USDJPY Anjlok Meski Bank of Japan Pertahankan Kebijakan

USDJPY Anjlok Meski Bank of Japan Pertahankan Kebijakan

Diperbarui • 2022-12-20

USDJPY terjerembap menuju level 133,00, turun sekitar kurang lebih 400-pip setelah keputusan Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di -0,10% sembari mempertahankan target suku bunga jangka pendek di -0,1%, sesuai dengan ekspektasi pasar dan mengarahkan yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun menuju nol.

Sebelumnya, pembahasan mengenai proposal anggaran besar Jepang memicu pembicaraan tentang penerbitan obligasi yang lebih banyak dan batas imbal hasil. Sentimen pasar masih tidak pasti di tengah langkah bank sentral global yang masih dengan sikap hawkish dan kekhawatiran resesi.

Sementara itu, kesiapan China untuk mengalirkan stimulus yang lebih banyak dan upaya meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara lain, setelah Australia, tampaknya mendukung optimisme yang hati-hati. Alternatifnya, pesimisme Bank Dunia baru-baru ini terhadap China dan harapan kenaikan suku bunga lainnya dari bank sentral global menantang sentimen terhadap risk-appetite.

Reaksi Pasar

USDJPY membalikkan kenaikan yang baru diraih setelah BoJ mempertahankan kebijakan moneternya, sesuai ekspektasi. Namun, sentimen yang beragam, dan imbal hasil yang lebih kuat masih mendukung langkah pemulihan dolar AS dan pasangan USDJPY, terutama karena daya tarik safe haven dolar AS.

Tren

USDJPY terus menelusuri penurunan setelah pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda yang menyatakan tanpa ragu akan mengambil langkah pelonggaran sesuai dengan kebutuhan.

Rencana Perdagangan

Potensi Sell USDJPY jika pasangan ini terus mencatat penurunan di bawah 133.00 dapat dipertimbangkan pada level 132.90 dengan target profit pada level 132.50/132.30

Potensi Buy USDJPY dapat dipertimbangkan pada level 133.75 dengan target profit pada level 133.90/133.95

USDJPY 20122022.jpg

Menyerupai

AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion
AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion

Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,

Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi
Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi

Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera